SUARA INFORMASI MASYARAKAT

SUARA INFORMASI MASYARAKAT

Kamis, 26 Februari 2015

GUBSU PANEN -WAGUBSU INDUSTRI JASA-M2-EKSEKUSI MATI


BI: Gubsu Bakal Buka Panen Raya di Pulau Kampai

 BI: Gubsu Bakal Buka Panen Raya di Pulau Kampai
Medan,(MP.C)
Kepala Kantor (Kakan) Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah IX Sumut-Aceh Difi Ahmad Johansyah STMBA mengundang Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H. Gatot Pujo Nugroho, ST, M.Si untuk menghadiri panen raya di Pulau Kampai, Kabupaten Langkat pada 25 Februari 2015.

Hal itu terungkap dalam Audiensi  rombongan kantor Perwakilan BI Wilayah Sumut-Aceh yang dipimpin langsung Kepala Kantor BI Wilayah IX Sumut-Aceh Difi Ahmad Johansyah STMBA.  Kedatangan rombongan BI tersebut disambut oleh Gubsu, Plh. Sekdaprovsu Ir. Hj. R. Sabrina, M.Si dan Kabiro Keuangan Provsu Ahmad Fuad Lubis.

Difi Ahmad Johansyah menyampaikan ada sekitar 800 hektare lahan yang sudah siap panen di kawasan Pulau Kampai, Langkat. "Ini adalah persawahan tadah hujan. Dan memang selama ini sudah ada persawahan disana. Tapi belum terorganisir dengan baik maka BI bekerja sama dengan Pemkab Langkat membantu pertani disana dari segi keahlian termasuk menbantu traktor," ujarnya.

Ia melanjutkan soal pengairan juga sudah tidak masalah sebab sudah tersedia sumur bor ditambah lagi lokasinya adalah sawah tadah hujan.

"Alhamdulilah sejak kita rintis mulai bulan Oktober-November tahun lalu membuahkan hasil dan Februari ini tangal 27 maret kita rencanakan panen raya. Maka kita mengundang Pak Gubernur melakukan panen raya dengan petani disana," harapnya.

Sementara itu Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST MSi akan mengupayakan hadir. Namun kalau memang berhalangan hadir dirinya akan mengutus perwakilan Pemprovsu untuk melakukan panen raya bersama masyarakat divsana.

"Insya Allah saya akan hadir. Namun kalaupun berhalangan nanti akan diwakilkan dari Pemprovsu," ucapnya.(dks.n)

Produktivitas Lahan Per Hekatar Naik Hampir 100 %

Gubsu Resmikan Panen Raya 800 ha 

Sawah di Pulau Kampai

 Pulau Kampai,(MP.C)

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H. Gatot Pujo Nugroho, ST, M.Si meresmikan dimulainya panen raya padi lokal jenis Ramos di Desa Pulau Kampai, salah satu pulau terluar yang termasuk Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat, Rabu (25/2). Panen raya padi diatas lahan seluas 800 hektar tersebut merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah IX Sumut-Aceh.

Panen raya juga dihadiri Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu, SH, Kakan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah IX Sumut-Aceh Difi Ahmad Johansyah STMBA, Ketua Komisi C DPRD Sumut H. Muchrid Nasution, SE, Kadis Pertanian Sumut Ir. M. Roem S M.Si, Kadis PSDA Sumut Ir. Dinsyah Sitompul, MM, Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumut Ir. Suyono, MM, Kapolres, Dandim dan Kajari Langkat serta perangkat daerah lainya.

Pemilihan Pulau Kampai sebagai lokasi program Sosial Bank Indonesia adalah dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat di pulau terpencil, sekaligus mewujudkan program ketahanan pangan pemerintah. Untuk menuju ke lokasi, dari pusat Kecamatan Pangkalan Susu, rombongan harus menumpang perahu selama 1 jam dan perjalanan belasan kilometer ke lokasi panen raya.

Di tengah Pulau yang berbatasan dengan Provinsi Aceh ini sejauh mata memandang tampak hamparan sawah menguning. Gubsu H. Gatot Pujo Nugroho, ST, M.Si mengungkapkan apresiasi upaya yang sudah dilakukan Bank Indonesia dan pemerintah  kabupaten yang sudah melakuka pendampingan terhadap Gabungan Kelompok Tani. Gubsu mengungkapkan kegembiraanya mengetahui hasil panen menunjukkan hasil yang menggembirakan. Usaha yang sudah dilakukan menurutnya telah berhasil, terbukti produktivitas lahan sawah meningkat mencapai dua kali lipat, yaitu dari yang 3-4 ton gabah per hektar menjadi 6,2 ton per hektar .

"Ini akan membantu kita mencapai target produksi. Di Sumut kalau prediksi angka ramalan kita nanti tahun 2015 adalah sebanyak 4,1 juta ton beras. Hari ini kondisi stok beras kita di Bulog Insya Allah aman dan bagus," ujarnya.

Panen raya padi bersama pada hari ini, lanjutnya, merupakan Program sosial yang digerakkan oleh Bank Indonesia yang dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan pasokan bahan pangan oleh karena di Desa Pulau Kampai ini memiliki potensi yang cukup besar hal ini terlihat dari luas baku lahan sawah seluas 800 Hektar sehingga perlu mendapat dukungan untuk keberhasilannya.

"Kami melakukan Panen hari ini hasilnya 6,2 ton perhektar dari 800 hektar lahan yang dibina BI," katanya.

Untuk terus menyukseskan swasembada pangan yang merupakan salah satu program perioritas dalam pembangunan pertanian di Sumut, lanjut Gubsu lagi, dan juga merupakan arahan Presiden RI bahwa Indonesia harus mampu swasembada pangan sampai tahun 2017, berbagai program dan kegiatan telah digulirkan untuk meningkatkan produksi pertanian.

Hasil dari evaluasi selama ini, air dan sarana produksi merupakan faktor kunci untuk meningkatkan produksi. Sehingga untuk mengatasinya pemprovsu telah menggulirkan tiga kegiatan antara lain kegiatan pada tahun 2015 yakni rehabilitasi jaringan irigasi, optimasil lahan serta pengembangan mekanismne pertanian yang tujuannya untuk meningkatkan luas panen dan produktivitas.

Kabupaten Langkat, katanya lagi, merupakan salah satu lumbung beras di Sumut dan mampu swasembada beras setiap tahunnya.LAngkat menurutnya adalah penghasil beras terbesar ke tiga di Sumut.

"Beberapa waktu lalu saya sudah berkunjung ke Langkat, insya Allah kita anggarkan melalui komisi C DPRD Sumut untuk penanggulangan banjir dan pengairan," ujarnya.

Lebih lanjut Gubsu juga meminta agar program CSR berupa pengelolaan lahan produktif itu dipertahankan.

"Dalam rangka HUT Pemprovsu, pihaknya juga sedang membentuk panitia untuk bekerjasama dengan BI, BNI Mandiri Bank Sumut dalam CSR-nya," Ujarnya lagi.

Selain itu, lanjut Gubsu, pemprovsu juga berharap Kabupaten Langkat dapat terus berupaya untuk mengurangi alih fungsi lahan pertanian sehingga luas baku lahan sawah dapat dipertahankan. Selanjutnya juga dibutuhkan peningkatan dukungan anggaran pembangunan pertanian melalui APBD kaupaten Langkat termasuk dana untuk memonitoring kegiatan di Kabuaten Langkat.

Sementara itu Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu menyampaikan Kabupaten Langkat ada sebanyak 23 Kecamatan dan sebanyak 20 kecamatan merupakan lahan persawahan termasuk salahsatunya di desa Pulau Kampai kecamatan Pangkalan Susu.

"Alhamdulillah seperti yang disampaikan Pak Gubernur ini yang di Pulau Kampai itu hanya satu kecamatan dan kita di kebupaten Langkat ada 32 Ribu hektar. Insya Allah semua tidak ada masalah," harapnya.

Untuk masalah banjir yang terjadi pada waktu lalu, itu tidak menjadi permasalahan terhadap produksi beras.

"Pada waktu itu dari provinsi sudah membantu bibit dan sudah kami terima," katanya.

Sementara itu, Ketua komisi C DPRD Sumut H Muchrid Nasution SE dalam kesempatan yang sama mendukung penuh program CSR dalam swasembada beras di Provinsi Sumut. "Kita harapkan ditangani serius untuk ekonomi mikro. Kami juga harapkan tidak hanya di daerah Pulau Kampai ini saja tapi daerah-daerah di seluruh provinsi Sumut dan kami akan mendukung program ini," tegas

Kepala Dinas Pertanian Sumut M Roem menambahkan, Kabupaten Langkat merupakan salah satu lumbung beras di Provinsi Sumut, Produksi padi di Kabupaten Lamgkat pada tahun 2013 sebesar 407.904 Ton gabah kering giling dan kabupaten Langkat juga merupakan penghasil padi ketiga terbesar di Sumut.

Produksi padi tersebut, lanjutnya masih berpotensi untuk ditingkatkan, apalagi rata-rata produktivitas di Kabupaten Langkat terus mengalami peningkatan yang disebabkan meluasnya penggunaan teknologi pertanian serta meningkatnya penggunaan sarana prasarana pertanian.

Untuk itu, dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas dan perlu fokus untuk mencapai target produksi dan sasaran strategis yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut, Roem mengatakan kebutuhan akan beras terus meningkat setiap tahunnya sesuai dengan meningkatnya jumlah penduduk. Pada tahun 2015 target produksi padi Sumut sebesar 4.155.590 Ton gabah kering giling. Atau naik 14,51 % jika dibanding dengan produksi padi pada angka sementara (ASEM) 2014. "Target produksi tersebut dapat dicapai jika kita bersungguh-sungguh dan bekerja keras untuk memberhasilkannya," ujarnya

Oleh karena itu, katanya lagi kita harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan pangan dan kita semua harus bahu membahu untuk mendukungnya, khususnya meningkatkan produksi padi.

Dalam kesempatan itu, selain melakukan panen raya padi, Gubsu juga menyerahkan bantuan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada petani setempat. Bantuan Alsintan meliputi, Mini Tractor, Hand Tractor dan rice transplanter. Bantuan ini juga diproyeksikan bagi upaya daerah untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani khususnya di Desa Pulau Kampai.

Ihwanudidin, salah satu petani Desa Pulau Kampai kecamatan Pangkalan Susu mengungkapkan kegembiaraan atas kedatangan orang nomer satu di Pemprovsu dan juga atas biaan yang dilakukan pihak Bank Indonesia terhadap petani seperti mereka.

"Dulu lahan 850 hekar ini merupakan Rawa setelah ada bantuan dari pihak Pemprovsu dan dilanjutkan pihak BI Alhamdulilah saat ini seperti yang kita lihat sudah bisa menghasilkan padi pada lahan 800 hekter dan satu hektarnya menghasilkan 6,2 ton padi," katanya.

Jenis padi yang dipanen saat ini, lanjutnya adalah jenis padi ramos. "Kalau orang bilang beras sipirok atau kami sebut disini  Sigunang jenis yang lebih baik dari ramos," katanya.(dks.n)

Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2015

Wagubsu Harapkan Industri Jasa 

Keuangan Tingkatkan Kontribusinya 

Tumbuhkan Ekonomi Sumut

Medan,(MP.C)
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Ir. H. Tengku Erry Nuradi, M.Si berharap industri jasa keuangan dapat mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2015. Kontribusu berharap industri jasa keuangan tahun 2014 tercatat dalam kisaran 0,09 persen.

Harapan tersebut disampaikan Wagubsu acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2015 di Grand Ballroom Hotel Aryaduta, Jl Balai Kota Medan, Selasa (24/2/2015).

Hadir dalam acara itu Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera Ahmad Soekro Tratmono, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumut H Erwin Dali¬munthe SH, Kepala Badan Pengawan Keuangan dan Pembanguna (BPKP) Sumut Mulyana, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah IX Sumut Aceh Difi Ahmad Johansyah, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut Hj Sabrina MSi, para pimpinan Perbankan di Sumut dan peserta lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wagubsu menyatakan, pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2014 lalu tercatat 5,23 persen. Angka tersebut akan meningkat significant jika pertumbuhan industri jasa keuangan mengalami kenaikan diatas 0,09 persen, termasuk jasa keuangan bidang asuransi.

“Jika jasa keuangan asuransi dapat tumbuh, terutama asuransi syariah, saya yakin akan mempengaruhi perumbuhan ekonomi Sumut tahun 2015,” ujar Wagubsu.

Wagubsu yang juga selaku Ketua Umum (Ketum) Dewan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumut mengatakan, perbankan syariah memiliki prospek cerah di Sumut, karena dapat diterima seluruh masyarakat lintas agama.

“Perbankan di Sumut perlu melakukan terobosan baru dalam mengembangkan perbankan syariah dan asuransi syariah,” saran Wagubsu.

Pertumbuhan ekonomi Sumut juga harud sidukung sector lain seperti pertanianm kehutanan dan perikanan serta sektor perdagangan.

“Sektor pertanian, kehutan dan perikanan tahun 2014 menyumbang 1,1 persen. Sedang sektor perdagangan mencapai 1,2 persen,” sebut Wagubsu.

Lebih jauh Wagubsu mengharapkan, Perbankan di Sumut juga mendorong sektor swasta dalam bidang investasi, terutama dalam upaya peningkatan kualitas produksi pertanian, pengembangan industri pengolahan serta mendorong tumbuhnya sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Dengan demikian, Pemerintah Daerah dapat berkonsentrasi melakukan investasi non komersil seperti pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana umum. Sinergi antara pemerintah dengan perbankan akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Sumut,” ucap Wagubsu.

Tidak lupa Wagubsu mengimbau lembaga keuangan di Sumut meningkatkan kucuran dana bantuan usaha berbasis kerakyatan.

“Sangat baik jika perbankan mengutamakan sector keuangan pro rakyat yang berbasis kearifan lokal,” harap Wagubsu.

Sementara Kepala OJK Regional 5 Sumatera, Ahmad Soekro Tratmono mengatakan, proses pemulihan industri keuangan yang merupakan bagian dari pemulihan ekonomi global belum tuntas terlaksana seperti apa yang diinginkan. Industri keuangan masih menghadaoi tantangan dalam bidang penguatan industri keuangan. Kendala tersebut tidak hanya dialami Sumut, namun juga berbagai daerah, terutama menjelang implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di tahun 2016.

“Tahun 2015 merupakan tahun terakhir. Setidaknya ada 3 isu strategis yang perlu mendapatkan solusi integratif, yakni bagaimana optimalisasi sector jasa keuangan agar terwujud kestabilan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan serta mengoptimalkan akses keuangan dan kemandirian finansial kepada seluruh masyarakat Indonesia dalam memndukung pembangunan nasional,” jelas Ahmad.

Ahmad juga mengatakan, pertumbuhan Produk Domestik regional Bruto (PDRB) Sumut akhir tahun 2014 tercatat sebesar 6,35 persen. Hal ini diyakini berpotensi besar bagi market share pertumbuhan jasa keuangan di Sumut. Meskipun penciptaan lapangan kerja masih merupakan pekerjaan rumah yang terus berlanjut untuk diselesaikan, namun dengan outcomes pembiyaan/kredit di Sumut mencapai Rp166,87 Triliun (hingga akhir tahun 2014), dan76,26 persen diantaranya merupakan pembiayaan/kredit produktif.

Ahmad optimis bahwa injeksi jasa dana di sector riil perekonomian akan mendorong penciptaan lapangan kerja baru bagi tenaga kerja produktif yang jumlahnya terus bertambah. Selain itu, hal ini diharapkan akan meningkatkan akselerasi strata masyarakat Sumut masuk ke kelas menengah.

“Bila hal ini dapat kita pertahankan dan tingkatkan, maka sumbangsih pertumbuhan ekonomi Sumut yang lebih tinggi dari angka harapan tahun 2015 sebesar 6,28 persen oleh industri Jasa keuangan bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan,” ujarnya.  

Ahmad juga mengatakan, antisipasi terhadap seluruh kerangka pertumbuhan industry jasa keuangan nasional dan regional, perlu dilakukan dengan lebih dini mengetahui permasalahan yang menghambat pertumbuhan industry secara berhati-hati (prudent), namun tetap sinergis dengan program percepatan pembangunan ekonomi nasional begitu juga dengan pandangan pemerintah.

“Kami menilai penyediaan infrastruktur dasar yang mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru didaerah ini, perlu mendapatkan perhatian khusus,” katanya.

OJK juga secara berkesinambungan mengarahkan pengembangan sektor jasa keuangan khususnya di Sumut secara optimal bagi peningkatan ekonomi regional dan nasional melalui inisiatif strategis yaitu mendorong pembiyaan pembangunan infrastruktur melalui mekanisme pasar modal, memonitor realisasi target Rencana Bisnis Bank di Tahun 2015, khususnya terhadap target pembiyaan agar sinergis dengan rata-rata pertumbuhan pembiayaan nasionala sebesar 16,46 persen, penguatan lembaga jasa keuangan sleain perbankan melalui beberapa inisiatif termasuk pengawasan dan pembinaan Lembaga Keungan Mikro (LKM), penguatan pembangunan ekonomi yang sinergis dengan pelestarian lingkungan melalui green lending model, penguatan sector jasa keuangan syariah melalui inovasi produk/jasa keuangan, dengan kompetensi sumber daya insane.

Untuk menciptakan akses keuangan, kemandirian dan keamanan financial yang lebih baik dan komprehensif, Ahmad berharap setiap lembaga keuangan di Sumut dapat mendorong strategi bisnisnya melalui perluasan layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka kuangan inklusif.

“Dua bank umum yang berkantor pusat di Sumut diharapkan menjadi tuan rumah di provinsinya sendiri terhadap program inklusif tersebut,”  tutup Ahmad..(dks.n)
 -------------------------------------------------------------------------------------

  FEBRUARI 2015
 

 
Dengan Membayar PKB Dan


 BBN-KB Tepat Waktu Akan Menjamin


 Keabsahan Kepemilikan Kenderaan 
Bermotor Anda--- ---------------------------

Persipura dan Persija Masuk 500 Klub Terbaik Dunia

6 klub ISL juga masuk 100 klub terbaik Asia. Siapa saja?

  Persipura dan Persija Masuk 500 Klub Terbaik Dunia- Persipura Jayapura dan Persija Jakarta berhasil menembus daftar 500 klub terbaik dunia berdasarkan peringkat yang dikeluarkan footballdatabase.com, setelah pertandingan terhitung 22 Februari 2015.

Persipura berhasil menduduki posisi 362 dunia dengan total poin 1461. Sedangkan Persija menduduki peringkat 481 dunia dengan catatan poin 1.427.

Tercatat 6 klub ISL berhasil masuk 100 besar klub terbaik Asia. Persipura berada di posisi 32 atau naik 4 peringkat, diikuti oleh Persija (43), Semen Padang (50), Arema Cronus (65), Persib Bandung (91), dan Persiba Balikpapan (94).

Penilaian ini bukan hanya terpaku pada laga resmi selama satu tahun terakhir saja. Pertandingan-pertandingan ujicoba maupun pramusim juga ikut masuk hitungan.

Dari level dunia, Real Madrid masih menduduki peringkat 1 dengan 2060 poin. Los Blancos sukses menggeser Bayern Munich ke peringkat 2 (1989 poin).

Setelah itu, ada nama Barcelona (1951 poin), Juventus (1913 poin), Chelsea (1909 poin) menguntit untuk mengisi posisi 3-5 besar. (one) (viva.co.id)

DPR: Ditekan Negara Lain, Eksekusi Mati Harus Dilanjutkan

Eksekusi ini mengurangi niat calon penjahat di Indonesia.

 Jakarta (MP.C) Untuk kali keduanya, pemerintah akan melakukan eksekusi mati terhadap terpidana mati kasus narkoba. Narapidana yang masuk dalam daftar eksekusi tersebut mencakup warga negara asing, yakni dari Australia dan Brasil.
Anggota Komisi 1 DPR RI, Prananda Surya Paloh, mengatakan bahwa saat ini, Indonesia tengah ditekan oleh negara asing, terkait rencana eksekusi mati. Namun, dia berharap, pemerintah tetap konsisten melakukan eksekusi tersebut.

"Konsistensi pemerintah untuk tetap melaksanakan Capital Punishment ini dengan baik, tanpa pandang bulu kami dukung. Seperti diketahui Capital Punishment  dibuat dan dilaksanakan untuk melahirkan efek deterrent untuk mengurangi niat calon penjahat di negara kita," ujar Pranandan, Rabu 25 Februari 2015.

Dia melanjutkan, permintaan dari negara mana pun untuk membebaskan warganya dari Capital Punishment di Indonesia bisa ditampik dengan cara diplomasi yang santun.

"Kita tak bisa dan tidak akan pernah tunduk pada usaha intervensi kedaulatan negara kita," jelas dia.

Sementara itu, terkait dengan  pemanggilan kembali Dubes Indonesia untuk Brasil, Toto Riyanto akibat penolakan Presiden Brasil Dilma Rousseff sudah sangat tepat.

Menurutnya, secara nyata ini merupakan bentuk penekanan Brasil terhadap Indonesia. "Demikian pula langkah politik Presiden dan Wakil Presiden RI yang akan meninjau ulang pembelian alutsista dari Brasil," jelas dia.

Meski beberapa alutsista sudah dikontrak dengan Brasil, namun langkah tersebut sudah sepatutnya diambil, mengingat ada hal yang lebih penting. (asp)(viva.co.id)

Alami pelecehan seksual, dada 

Jessica Iskandar direkam diam-diam


Alami pelecehan seksual, dada Jessica Iskandar direkam diam-diamJakarta (MPO)- Jessica Iskandar baru saja melaporkan seorang karyawan salon bernama Najib atas tindak pelecehan seksual yang dilakukan pada dirinya. Tak tanggung-tanggung, ibu satu anak itu juga melaporkan tersangka ke kepolisian melalui sebuah surat resmi yang ia pamerkan di Instagram beberapa waktu lalu.
Sesaat setelah mengalami insiden memalukan itu, Jedar menyempatkan diri untuk menghubungi sahabat dekatnya, Kartika Putri. Wanita yang sempat dikabarkan dekat dengan Olga Sahputra itu lalu curhat mengenai apa yang dialaminya.
"Kaget, malam-malam dia telepon nangis-nangis, katanya dilecehin. Aku nanya kenapa, dia bilang direkam sama terapis, terus minta tolong sama sekuriti," ujar Kartika ketika ditemui usai mengisi acara Pesbuker ANTV, di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/2).

Kartika lalu menceritakan dengan detail apa yang dialami Jedar malam itu. Tal cuma difoto, ternyata bagian pribadi wanita berusia 28 tahun itu juga direkam menggunakan sebuah video oleh sang pelaku.
"Keterlaluan sih. Dia pikir kenapa dia mau (di-creambath) sama laki, laki kutip (banci). Dia (Jedar) sibuk baca majalah saat terapis, dipijit pake tangan satu. Itu kesengajaan, dia nahan baju Jes untuk melihat dada kanan dan kiri, durasi 2 menit lebih," sambung wanita yang dikabarkan dekat dengan kakak Jedar itu.
Kartika sendiri mengaku sangat kecewa dengan pihak salon Irwan, tempat Jedar merawat diri. Setelah mengalami pelecehan, tentunya ibu dari El Barack Alexander merasa panik, takut, dan juga nangis semalaman.
"Dia nangis, di polda jam 8-an sampai jam 3 itu nangis sebel sendiri. Sampe pulang itu dia nggak mau lihat, resah enggak mau liat. Jess panik. Saya minta CCTV, tanya kenapa kok lalai, kenapa kok (karyawan) bawa HP. Jessica lapor ke polisi takutnya banyak korban lain," pungkas Kartika.
(kpl/hen/gtr)

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar