SUARA INFORMASI MASYARAKAT

SUARA INFORMASI MASYARAKAT

Rabu, 16 Oktober 2019

Tomat Bisa Jadi Senjata Ajaib untuk Tingkatkan Jumlah Sperma Pria

MPO, - Jumlah sperma merupakan hal yang sangat penting bagi kesuburan pria. Sebuah penelitian mengungkap bahwa ternyata ada satu hal yang cukup mengejutkan dan bisa meningkatkan jumlah sel sperma pria ini. Penelitian terbaru mengungkap bahwa saus tomat ternyata bisa digunakan untuk mengatasi impotensi pada pria. Pasalnya, kandungan likopen yang terdapat dalam saus ini merupakan antioksidan yang bisa mencegah kerusakan sel termasuk sperma. Hasil temuan ini didapat melalui sebuah penelitian yang dilaksanakan di University Of Sheffield, Inggris. Diketahui bahwa mengonsumsi suplemen padat tomat sebanyak dua sendok makan bisa meningkatkan jumlah sperma sehat. Namun sayangnya jumlah yang dibutuhkan untuk mendapat jumlah sperma sehat ini sangat mengejutkan. Diketahui untuk mendapat dosis likopen yang dibutuhkan tubuh, seseorang harus mengonsumsi setidaknya dua kilogram tomat. Saat ini, jumlah sperma yang dimiliki oleh pria diketahui semakin menurun seiring waktu. Hal ini menyebabkan kesuburan pria yang semakin terus menurun juga. 1 dari 1 halaman Peningkatan Cukup PEsat pada Pria yang Mengonsumsi Ekstrak Tomat Penelitian ini dilakukan melalui percobaan tiga bulan terhadap 60 partisipan pria usia 19 hingga 30 tahun yang dipilih secara acak. Setengah partisipan penelitian diberi suplemen laktolikopen dan sisanya diberi pil plasebo. Sprema dan darah partisipan diperiksa pada awal dan akhir penelitian. Pada awalnya, peneliti tidak berharap mendapat temuan yang mengejutkan dari percobaan ini. Namun ternyata mereka menemukan bahwa mereka bisa meningkatkan jumlah sperma sehat hingga 40 persen dengan suplemen. "Perkembangan ukuran dan bentuk dari sperma yang terjadi cukup dramatis," ungkap Dr. Allan Pacey, profesor anrologi reproduksi yang terlibat dalam penelitian ini. Tim peneliti mengaku masih akan melakukan penelitian lanjutan terhadap patisipan yang mengalami masalah kesuburan. Hal ini diharap bisa membantu dan menemukan pemecahan masalah ini ke depannya. [RWP](mck)

Kamis, 10 Januari 2019

GUBSU EDY RAHMAYADI TERIMA PENGHARGAAN DARI KEMENTERIAN AGAMA

Medan,(MPO) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menerima penghargaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), karena dinilai berkontribusi terhadap pendidikan agama dan kemasyarakatan, serta kemajuan Kemenag Kanwil Sumut. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Syarifudin pada acara Hari Amal Bhakti dan Tasyakuran Hari Jadi ke-73 Kementerian Agama RI di Medan International Convention Centre, Jalan Gagak Hitam, Medan, Senin (7/1) malam. Selain kepada Gubsu, penghargaan tersebut juga diberikan kepada para tokoh lintas profesi yang juga berkontribusi pada Kemenag dalam bidang pendidikan, seni, pers, budaya dan lainnya. Diantaranya, Tokoh Masyarakat H Anif Shah, penyanyi Melayu legendaris Nurainun, Pemimpin Umum Harian Waspada Rayati Safrin, Walikota Medan T Dzulmi Eldin, Bupati Langkat Ngogesa Sitepu, Ketua MUI Sumut Abdullah Syah, Ketua FKUB Sumut Maratua Simanjuntak, dan Tokoh Agama Kristen J A Fernandus. Gubsu Edy Rahmayadi sangat mengapresiasi penghargaan yang diberikan kepadanya. Gubsu mengatakan akan terus berkontribusi dalam bidang pendidikan agama dan kemasyarakatan tersebut. Apalagi, hal itu selaras dan beriringan dengan menjadikan Sumatera Utara yang bermartabat “Amanah itu akan kita laksanakan,” katanya. Pada kesempatan itu, Menteri Agama RI Lukman Hakim Syarifudin juga mengapresiasi Gubsu yang telah berperan dan berkontribusi untuk pengembangan Kementerian Agama dalam memberikan palayanan bidang keagamaan dan kemasyarakatan di Sumut. Tidak hanya gubernur, Lukman juga mengapresiasi peran-peran yang telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota serta Forkopimda di Sumut. “Terima kasih gubernur yang telah memiliki peran besar,” ujarnya. Selain itu, Lukman juga mengatakan kepada para ASN di lingkungan Kemenag agar mensyukuri usia 73 tahun yang telah dicapai. Menurutnya, Kementerian Agama yang telah berdiri sejak 1946 itu merupakan warisan peninggalan para pendahulu yang harus dijaga. “Hari Amal Bhakti merupakan ungkapan rasa syukur dari kurang lebih 226 ribu ASN Kemenag se Indonesia yang memiliki komitmen dan dedikasi yang luar biasa,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumut Iwan Zulhami mengatakan pemberian penghargaan tersebut merupakan inisiasi Kementerian Agama untuk memberikan apresiasi pada tokoh-tokoh yang telah mengabdi pada kemajuan Kementerian Agama maupun kemasyarakatan. “Ini ungkapan rasa syukur, kami menginisiasi memberikan penghargaan kepada tokoh agama, seni budaya, pendidikan, media yang ikut membangun, membesarkan Kementerian Agama, pendidikan agama, kemasyarakatan, khususnya di Sumatera utara,” kata Iwan. Acara Hari Amal Bhakti tersebut, juga diisi dengan kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana alam yang terjadi di Mandailing Natal (Madina) dan Tapanuli Selatan (Tapsel). Donasi yang terkumpul dari seluruh keluarga besar Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Sumut mencapai Rp 100 juta. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Gubsu, agar nantinya dapat diserahkan langsung kepada para korban bencana alam. Gubsu pun mengapresiasi penggalanan dana tersebut. “Terimakasih. Nanti akan segera kita serahkan kepada korban bencana,” ujar Gubsu. Juga ada peluncuran buku Madrasah Hebat Bermartabat yang disusun oleh komunitas Ngobrol Pendidikan Islam. Selain itu, acara juga diisi oleh pergelaran musik oleh Violis Hendri Lamiri serta Gambus Ahmad Baqi El Suraiya. Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy, Kepala Dinas Pendidikan Provsu Arsyad Lubis, Kepala BPBD Provsu Riadil Akhir, serta ribuan ASN Kemenag Kanwil Sumut dan kabupaten/kota.(ks)

Salah Kaprah yang Umum Terjadi pada Sakit 'Asam Urat'

MPO. - Patrick tampak berjalan tertatih-tatih ketika datang ke kantor pada pagi hari ini. Dia tampak kesulitan untuk menekuk pergelangan kakinya sehingga harus berjalan dengan langkah yang kaku. BERITA TERKAIT Benarkah Kanker Kelenjar Getah Bening Bisa Sebabkan Meningitis? Ustaz Arifin Ilham Sakit, Bisakah Survivor Kanker Limfoma Alami Penyakit Lain? Pengobatan bagi Pasien Parkinson Tidak Akibatkan Kerusakan pada Ginjal Masalah persendian yang dialami oleh Patrick ini terjadi lantaran salah satu penyakit yang dimilikinya belakangan ini. Pada usia yang baru menginjak 30 tahun, Patrick mengaku nyeri pada sendinya ini terjadi karena asam urat. Nyeri pada persendian merupakan salah satu masalah yang kerap mengintai banyak orang. Bukan hanya pada orang tua, masalah persendian ini juga kerap mengincar orang dalam usia produktif. Salah satu utama penyebab nyeri pada sendi ini adalah karena penyakit asam urat. Lalu benarkah asam urat kini sudah mulai banyak dialami oleh anak muda dan tak hanya pada orang tua? Dr. Herwindo Pudjo Brahmantyo, SpPD dari RSUD dr. Saiful Anwar Malang mencoba meluruskan mengenai masalah asam urat ini. Dia menyebut bahwa sesungguhnya kristal asam urat ini dimiliki oleh semua orang. "Sebelum menjawab ini, pertanyaannya yang harus diluruskan dulu, asam urat normalnya memang ada dalam tubuh dengan jumlah tertentu," jelas Herwindo. Kristal asam urat yang dimiliki oleh seseorang ini awalnya berada pada kisaran level yang rendah. Kisaran asam urat ini kemudian berada pada tingkat stabil sejak masa puber. "Jumlah ini dari kecil atau usia muda sudah mulai ada dalam level yang rendah dan mulai meningkat perlahan yang pada usia puber mulai stabil bertahan di level tertentu," paparnya. Mengenai masalah nyeri yang kerap dihadapi oleh banyak orang, Herwindo menyebut bahwa hal itu sebenarnya adalah radang sendi yang diakibatkan asam urat. Dia menganggap bahwa terdapat kesalahan pada nama penyakit tersebut hanya sebagai asam urat. "Radang sendi akibat asam urat, yang masalahnya sering disebut saja dengan sakit asam urat, nama medisnya adalah gout arthritis," jelas Herwindo. Mengenai penyakit gout arthritis ini, Herwindo menjelaskan bahwa awalnya masalah tersebut sering terjadi pada usia 40-an ke atas. Namun kenyataannya, pada saat ini penyakit tersebut juga mulai banyak diidap pada usia yang lebih muda. "Gout arthritis itu sendiri, kalau memang betul sakitnya gout memang paling sering terjadi mulai pada usia 40-50an, tapi akhir-akhir ini sepertinya bisa mulai terjadi pada usia 30-an atau sekitaran situ," jelas Herwindo. Mulai dialaminya penyakit radang sendi akibat asam urat pada usia muda ini lah yang menyebabkan saat ini hal tersebut tak asing lagi dengan anak muda. Meningkatnya risiko ini membuat kita harus tersadar untuk mnejaga dan melakukan pola hidup yang lebih sehat. [RWP] (mc.sehat)

3 Cara Mudah Ini Bikin Manajemen Waktu Anda Jadi Lebih Baik

MPO. - Berdasarkan jajak pendapat Gallup, sebanyak 41 persen orang dewasa di Amerika tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan semua yang mereka inginkan. Akibatnya, hampir 80 persen orang merasa stres bahkan hingga setiap hari. BERITA TERKAIT Obligasi SBR005 Bunga 8,15 Persen Laku Rp 53,4 M Dalam Dua Jam Usai Dibuka KAI Angkut 5,7 Juta Penumpang Saat Natal dan Tahun Baru Ini Cara Pemesanan Obligasi Ritel SBR005, Praktis Bisa Lewat Internet Untuk memastikan Anda mendapatkan hal-hal yang penting, pakar produktivitas Laura Vanderkam, Chris Bailey dan Julie Morgenstern mengatakan bahwa Anda harus merencanakan hari Anda untuk menyelesaikan hal-hal terpenting terlebih dahulu. Berikut 3 hal sederhana yang akan membantu Anda memperbaiki manajemen waktu, sehingga Anda menjadi lebih produktif di tahun ini, dilansir CNBC Make It. Catat aktivias harian Anda Menurut Vanderkam, satu cara mudah untuk mengatur waktu Anda dengan lebih baik adalah dengan mencatat aktivitas Anda setiap hari. Ini memungkinkan untuk mengetahui aktivitas apa yang paling banyak Anda lakukan, juga aktivitas mana yang sebaiknya Anda tinggalkan dan diperbaiki. Kurangi durasi penggunaan ponsel pintar Rata-rata, orang memeriksa ponsel mereka setiap kurang dari 15 menit, sehingga Anda bisa membutuhkan waktu hingga 50 persen lebih lama untuk menyelesaikan tugas dari waktu yang seharusnya. Anda bisa mengubah pengaturan ponsel ke mode skala abu-abu. Dengan demikian, semua yang ada di layar Anda muncul dalam warna hitam dan putih, membuat aplikasi dan media sosial kurang menarik untuk dilihat, menurut Bailey. Atur apa yang harus Anda lakukan esok hari Morgenstern mengatakan Anda bahkan dapat memutuskan tugas apa yang harus dilakukan malam sebelumnya. Dengan begitu, Anda memulai hari Anda dengan kontrol penuh atas apa yang perlu dilakukan. [azz] (mc)

Rabu, 09 Januari 2019

Penderita Kanker Bisa Sembuh dan Tidak Boleh Ditakuti dengan Kematian

- Dalam perawatan penderita kanker, salah satu hal yang berperan besar adalah semangat hidup. Oleh karena itu, sebaiknya tidak menebar ketakutan bagi pengidap kanker dan menganggap mereka sudah mendapat vonis mati. BERITA TERKAIT Benarkah Kanker Kelenjar Getah Bening Bisa Sebabkan Meningitis? Ustaz Arifin Ilham Sakit, Bisakah Survivor Kanker Limfoma Alami Penyakit Lain? Pengobatan bagi Pasien Parkinson Tidak Akibatkan Kerusakan pada Ginjal Dokter spesialis radioterapi sub-spesialis onkologi radiasi, Fielda Djuita justru menyarankan kita untuk meyakinkan orang-orang dengan kanker bisa sembuh dan beraktivitas seperti orang normal yang lain. "Jangan dibilang (kanker) itu enggak bisa sembuh. Itu sama saja mematahkan semangat hidup mereka," kata Fielda. Menurut Fielda, pasien kanker jenis apa pun bisa sembuh. Orang-orang yang sering kita lihat di televisi, yang biasanya mengenakan gelang warna merah jambu atau kuning, merupakan bukti penyakit kanker bisa dilawan. "Kita lazim menyebut orang-orang itu dengan survivor," kata staf medik fungsional instalasi radioterapi Rumah Sakit Dharmais ini menekankan. Keluarga kamu yang mungkin saat ini hidup dengan kanker pun bisa sembuh, asal semua prosedur yang sudah dianjurkan dokter diikuti. "Untuk mencapai tahap (sembuh) itu, pertama harus diobati. Di-kemoterapi itu sudah pasti, tidak mungkin enggak. Kalau tempatnya sulit atau berada di satu titik saja, akan disinar di tempat itu saja," katanya. Setelah semua prosedur dilakukan dengan teratur, dokter akan mengecek atau scan untuk memastikan bahwa pasien terbebas dari sel-sel kanker. Hanya saja, sembuh dari kanker ini tidak bisa dikategorikan 'sembuh total'. Pasien tetap harus rutin kontrol, setahun sekali, karena jika tidak sewaktu-waktu bisa kambuh. "Cuma kita enggak tahu kapan kambuhnya. Tergantung daya tahan tubuh masing-masing pasien kanker itu sendiri," katanya menekankan. Persentase keberhasilan tak lepas dari pada stadium berapa kanker ditangani. Bila kanker ditemukan pada stadium lebih awal, kemungkinan sembuh lebih tinggi dibanding stadium yang lebih tinggi. "Pada stadium lanjut, sel-sel kanker telah menyebar, sehingga lebih sulit disembuhkan dan cenderung memiliki prognosis yang buruk," kata Prof. Dr. dr. Arry Harryanto Reksodiputro, SpPD-KHOM. Arry menyontohkan, angka harapan hidup lima tahun kanker payudara misalnya: stadium 0 atau I nyaris 100 persen, stadium II 93 persen, stadium III 72 persen, stadium IV 22 persen.(mck)

Tak Perlu Panik Jika ASI Hanya Keluar Sedikit pada Minggu Awal Kelahiran

Kesehatan. Tak Perlu Panik Jika ASI Hanya Keluar Sedikit pada Minggu Awal Kelahiran Ilustrasi menyusui. Shutterstock/Zurijeta - Banyak ibu yang baru melahirkan mengalami masalah kesulitan memberikan Air Susu Ibu (ASI) pada minggu-minggu awal sang buah hati. Hal ini tentu menimbulkan ketakutan pada sang ibu. Namun jika ASI yang keluar tak banyak, tak perlu panik karena sebenarnya kebutuhan pada hari-hari awal ini belum banyak. BERITA TERKAIT Alami Obesitas Bisa Buat Ketajaman Indera Penciuman Seseorang Turun Menguak Alasan Perut Membuncit Karena Kebiasaan Minum Bir Selain Kehamilan, 5 Faktor ini Membuat Datang Bulan Jadi Terlambat "Jadi, bayi baru lahir, di tiga hari pertama itu lambungnya masih kecil banget, volume lambung masih 5-7 mili, ya seperti kelereng kecil," kata dokter yang juga konsultan laktasi Ameetha Drupadi. Lebih lanjut, Ameetha menjelaskan bahwa usai lahir, masih ada cadangan lemak sisa dari dalam kandungan. "Jadi, dia sebenarnya masih bisa bertahan hidup sampai tiga hari, bahkan lima hari," katanya. Walau begitu, tetap saja ibu harus berusaha menyusui sang bayi. Kehadiran cairan kolostrum begitu diperlukan bagi kesehatan bayi baru lahir, salah satunya mengurangi kemungkinan bayi mengalami 'kuning'. "Tetapi dari awal harus disusuin, kan ada kolostrum tuh di tiga hari pertama yang mengikuti kebutuhan bayi. Paling cuma keluar 5 mili, itu udah normal, udah banyak," kata Ameetha. Bila ibu tetap berusaha menyusui bayi dengan cara perlekatan yang benar, lama-lama kolustrum akan hadir. Makin lama akan makin banyak jumlahnya sampai usia bayi tiga hari. Sesudah kolostrum hadir, di hari kelima ASI akan berwarna putih. "Itu semua yang merangsang adalah isapan mulut bayi," tandas Ameetha. Reporter: Benedikta Desideria Sumber: Liputan6.com [RWP] (mck)

Seekor Lumba-lumba Mati Terdampar di Panga Aceh

Aceh Jaya (MPO) - Seekor lumba-lumba ditemukan mati terdampar di kawasan perairan konservasi Desa Keude Panga, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. Bangkai lumba-luma itu telah dikubur. Kepala Konservasi Penyu Aron Meubanja, Dedi mengatakan pihaknya menemukan bangkai lumba-lumba tersebut sekitar pukul 09.00 WIB, saat melakukan pemantauan di kawasan konservasi laut setempat. "Kami saat ini masih di lokasi untuk melakukan upaya yang diperlukan, sepintas terlihat dari bentuknya, ini lumba - lumba dewasa," katanya melalui sambungan telepon kepada Antara, Kamis (10/1/2019). Baca juga: Lumba-lumba Terdampar di Pantai Blitar, Bertahan Sehari Sebelum Mati Dedi menyampaikan, informasi awal diperoleh dari panglima laot Teunom atau ketua pemangku adat laut Kecamatan Teunom, kemudian ditelusuri dan ditemukan bangkai lumba - lumba tersebut sudah terdampar di perairan setempat. Dari kondisi fisik bangkai lumba - lumba tersebut, kuat dugaan terkena jaring nelayan yang selama ini beraktivitas di kawasan perairan setempat, sebab masih sering ditemukan aktivitas nelayan memasang "jaring hantu" atau memasang jaring saat malam hari. "Pada 2018 juga ada satu ekor lumba - lumba mati di Alu Pit, tetapi kami tidak begitu mengekpos ke media dengan berbagai pertimbangan dan bangkainya langsung dikuburkan," ujarnya. Baca juga: Lumba-lumba yang Mati di Kebumen Diduga Terkena Jaring Nelayan Dedi mengemukakan, selama ini pihaknya telah gencar melakukan sosialisasi pelarangan aktivitas yang berisiko terhadap biota laut di kawasan konservasi yang berada di perbatasan Kecamatan Panga dan Kecamatan Teunom tersebut. Kawasan konservasi setempat, kata dia, selama ini terus diawasi dan dikontrol dari aktivitas pemanfaatan secara tidak baik dan yang dilarang, namun ada saja kegiatan nelayan memasang jaring saat malam hari menangkap ikan di perairan itu. (asp/asp) (dn)